
Ekonom: Perlu Pendekatan Lintas Sektoral dalam Pembuatan Kebijakan Terkait IHT
Jakarta, 12 Mei 2026 – Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat menilai kebijakan yang mengatur industri hasil tembakau (IHT) pada

Jakarta, 12 Mei 2026 – Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat menilai kebijakan yang mengatur industri hasil tembakau (IHT) pada

Jakarta, 8 Mei 2026 – Pemerintah diminta untuk mengkaji ulang berbagai rencana pembatasan terhadap Industri Hasil Tembakau (IHT), mulai dari larangan bahan tambahan pada rokok

Jakarta, 7 Mei 2026 – Industri hasil tembakau (IHT) menghadapi tekanan baru seiring rencana pelarangan bahan perasa tambahan pada rokok konvensional dan rokok elektrik. Kebijakan

Yogyakarta, 5 Mei 2026 – Rencana pemerintah membatasi kadar maksimal nikotin dan tar pada produk tembakau menuai penolakan dari berbagai asosiasi industri dan serikat pekerja. Kebijakan

Jakarta, 22 April 2026 – Konflik geopolitik dan dinamika ekonomi saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi kepastian dan keberlangsungan dunia usaha. Termasuk hulu hingga hilir

Jakarta, 6 April 2026 – DPR RI mengingatkan pemerintah agar merumuskan kebijakan pengendalian tembakau secara hati-hati dan tidak menimbulkan dampak sosial-ekonomi yang luas, termasuk potensi pemutusan

Jakarta, 18 Maret 2026 – Tim Pengkaji Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) telah mengusulkan batasan kadar nikotin dan tar yang lebih rendah pada

Jakarta, 17 Maret 2026 – Rencana pemerintah untuk memperketat aturan kadar maksimal nikotin dan tar pada produk tembakau menuai penolakan. Kebijakan tersebut dinilai berpotensi memicu

Lamongan, 16 Maret 2026 – Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Lamongan menyebut kebijakan mengenai batas maksimal kandungan tar dan nikotin mulai memberikan dampak nyata terhadap

Jakarta, 13 Maret 2026 – Rencana pembatasan kadar nikotin dan tar dalam aturan turunan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2024 menuai penolakan dari ekosistem