Bangkalan, 20 Januari 2026 – Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur kini dalam jalur memperkokoh posisinya sebagai sentra tembakau baru di Jawa Timur. Kabupaten Bangkalan berkomitmen memacu transformasi sektor pertanian secara masif. Tak hanya mempertahankan statusnya sebagai salah satu daerah surplus beras, Pemkab Bangkalan mulai serius melirik potensi tembakau sebagai komoditas unggulan baru. Strategi ini dilakukan demi mendongkrak kesejahteraan petani dan ekonomi daerah.
Langkah konkret menjadikan Bangkalan sebagai sentra tembakau baru di Jawa Timur terlihat dari beberapa wilayah yang tengah fokus melakukan penanaman seperti Kecamatan Blega. Uji coba penanaman tembakau telah dilakukan, salah satunya di Desa Alas Rajah, sebagai bagian dari strategi diversifikasi tanaman. Diversifikasi ini penting agar petani tidak hanya bergantung pada satu jenis komoditas. Tembakau dipilih karena memiliki nilai ekonomis tinggi dan kecocokan lahan di beberapa wilayah Bangkalan yang selama ini belum tergarap optimal.
Tak dapat dipungkiri, potensi tembakau yang ada di Bangkalan ini akan menjadi daya ungkit dalam pengembangan ekonomi masyarakat, terutama para petani, termasuk dalam peluang peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) Bangkalan. Terlebih lagi mengingat produksi tembakau di Madura, termasuk Bangkalan, memiliki kualitas tembakau yang diperlukan oleh industri rokok sebagai saus atau perasa.
Peningkatan Kualitas Bahan Baku
Sejalan dengan hal tersebut, pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) di Bangkalan juga diarahkan untuk mendukung sarana prasarana pertanian serta peningkatan kualitas bahan baku. Hal ini sejalan dengan ambisi daerah untuk melakukan hilirisasi, sehingga produk yang keluar dari Bangkalan bukan lagi bahan mentah, melainkan produk setengah jadi atau barang jadi yang bernilai tinggi.
Dengan perpaduan antara potensi alam yang kuat, mekanisasi modern, dan semangat inovasi dari petani milenial, Bangkalan kini berada di jalur yang tepat untuk menjadi pusat komoditas tembakau baru di Jawa Timur sekaligus pilar ketahanan pangan nasional.
