Tanam tembakau di wilayah Pacitan

Intensitas Hujan Masih Tinggi, Petani Tembakau Pacitan Was-was

Pacitan, 3 Maret 2026 – Intensitas hujan yang masih tinggi dalam beberapa pekan terakhir menghambat rencana musim tanam tembakau di sejumlah wilayah Pacitan. Petani memilih menunda penanaman karena kondisi lahan dinilai belum ideal. Sejumlah petani di Kecamatan Punung dan Ngadirojo mengaku belum berani memindahkan bibit ke lahan terbuka. Tanah yang terlalu basah dikhawatirkan memicu busuk batang dan serangan jamur pada tanaman muda.

“Kalau dipaksakan tanam saat hujan masih sering turun, risiko gagal cukup besar. Bibit bisa mati sebelum tumbuh optimal,” ujar salah Marno salah satu petani, Jum’at (27/2) seperti dikutip dari PortalJTV.com.  Biasanya, musim tanam tembakau dimulai saat curah hujan mulai menurun dan memasuki awal kemarau. Namun tahun ini, pergeseran musim membuat jadwal tanam tembakau ikut mundur. Penundaan tersebut berpotensi menggeser waktu panen dan memengaruhi kualitas daun.

 Hasil panen tembakau petani di Kabupaten Pacitan banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku rokok perusahaan rokok besar di Indonesia. Kepala Bidang (Kabid) Perkebunan Dinas Tanaman Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pacitan Joko Rinanto membenarkan bahwa mayoritas hasil panen petani tembakau di Pacitan banyak dibeli oleh pabrik rokok besar untuk diolah menjadi berbagai jenis rokok.  ” Pabrik – pabrik rokok nasional memanfaatkan bahan baku tembakau dari Pacitan untuk berbagai jenis produksi rokok. Mayoritas tembakau jenis Virginia,” kata Joko Rinanto beberapa waktu lalu.

Alternatif di Musim Kemarau

Sesuai catatan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, luas lahan tembakau di Pacitan sampai saat ini mencapai lebih dari 300 hektar.  Dari jumlah tersebut, 87 hektar merupakan tembakau jenis grompol, 158 hektar jenis tembakau virginia dan sisanya tembakau Jawa. Luasan lahan tembakau tersebut tersebar di 10 kecamatan mulai, Sudimoro, Ngadirojo, Tulakan, Kebonagung, Pacitan, Pringkuku, Punung, Arjosari, Tegalombo dan Bandar.

“Budidaya tembakau ini menjadi alternatif petani di musim kemarau selain palawija,”kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pacitan Sugeng Santoso. Komoditas tembakau memiliki prospek menjanjikan bagi petani yang hanya mengandalkan tadah hujan seperti Pacitan.

Selain perawatan mudah dengan masa panen yang relatif pendek, nilai ekonomi tembakau cukup tinggi.

Facebook Comments Box