Bandarlampung, 28 Januari 2026 – Di tengah fluktuasi komoditas perkebunan global, tembakau di Provinsi Lampung perlahan mulai menunjukkan tajinya sebagai “daun emas” yang menjanjikan. Bahkan, fenomena menariknya, di Tulang Bawang Barat (Tubaba), warga mulai menyulap lahan-lahan tidur menjadi kebun tembakau produktif. Tak kalah agresif, Kabupaten Lampung Selatan baru saja menyelesaikan siklus panen besar yang membuktikan konsistensi produktivitasnya.
Berdasarkan data terkini, produksi tembakau di Lampung tersebar di beberapa kantong utama. Kabupaten Lampung Timur tetap jadi primadona dengan sentra di wilayah seperti Batanghari Nuban dan sekitarnya. Di sini, jenis tembakau Virginia menjadi andalan karena kecocokan lahan dan permintaan industri yang lumayan stabil. Selain Virginia, jenis tembakau lokal (rajangan) juga banyak dibudidayakan untuk memenuhi pasar tradisional dan industri skala menengah.
Berkaca pada tahun 2022, total luas areal tanaman tembakau di Provinsi Lampung mencapai 507 hektar, dengan Kabupaten Lampung Timur menjadi salah satu yang terluas untuk penanaman tembakau.
Proyeksi Pertumbuhan
Tak dapat dipungkiri, kesuburan tanah di Lampung menjadi faktor utama dalam keberhasilan budidaya tembakau, karena memiliki wilayah alam yang mendukung wilayah ini untuk menanam berbagai jenis tanaman perkebunan hingga tumbuh dengan baik. Selain itu, petani memanfaatkan lahan sawah yang tidak teraliri irigasi setelah panen padi untuk menanam tembakau, sehingga lahan tetap optimal menghasilkan hasil pertanian.
Selain itu, sebagai pintu gerbang utama menuju Pulau Sumatra, Lampung memiliki posisi yang sangat strategis dalam jalur perdagangan dan transportasi. Hal ini memudahkan distribusi hasil perkebunan, termasuk tembakau, ke berbagai daerah di Indonesia hingga ke pasar ekspor.
Sebagai komitmen pengembangan dan produktivitas perkebunan tembakau di lampung, Pemerintah Provinsi Lampung mendorong peningkatan praktik pertanian melalui Penerapan GAP (Good Agricultural Practices), penyediaan benih tembakau unggul, pengendalian hama dan penyakit tanaman, penyediaan sumber air yang memadai, peningkatan kualitas SDM petani, serta penyediaan alat pasca panen.
