Target Cukai Tembakau 2016 Tidak Realistis

Gabungan Produsen Rokok Putih Indonesia (Gaprindo) dengan tegas menolak rencana penerimaan cukai tembakau 2016 yang diajukan oleh Pemerintah.

Gaprindo menilai, di tengah tren penurunan produksi rokok, target penerimaan cukai tembakau di angka sekitar Rp 140 triliun tidaklah realistis.

“Target kenaikan cukai tembakau sekitar 21% dibandingkan dengan estimasi realisasi penerimaan tahun 2015 terlalu tinggi dan tidak realistis,” ujar Ketua Gaprindo, M. Moeftie, dalam keterangan yang diterima redaksi, Minggu (4/10).

Dikatakan dia, berdasarkan realisasi penerimaan cukai tembakau sampai dengan bulan Agustus 2015, maka dapat diestimasi bahwa realiasi penerimaan cukai tembakau 2015 hanya akan mencapai sekitar Rp 115 triliun. Angka penerimaan ini bahkan di luar tambahan penerimaan dari PMK 20/2015.

“Artinya, sudah bisa dipastikan bahwa penerimaan cukai tahun ini jauh dibawah sasaran,” imbuhnya.

Merujuk data survey AC Nielsen, jelas dia lagi, kemampuan daya beli masyarakat tengah menurun sebesar 1.7% dibandingkan tahun lalu. Belum lagi, Direktur Jenderal Bea dan Cukai menyatakan bahwa produksi rokok di Indonesia pada tahun 2014 -2015 tengah mengalami penurunan, dan bahkan trend ini akan terus berlanjut pada tahun 2016.

“Jika Kementerian Keuangan telah memahami bahwa produksi rokok mengalami penurunan sejak tahun 2014, lalu darimana Pemerintah akan memenuhi kenaikan cukai tembakau 2016? Belum lagi, beban industri hasil tembakau akan bertambah dengan adanya kenaikan tarif PPN hasil tembakau di tahun 2016,” ujar Moeftie mempertanyakan.

Gapindo sendiri telah menyampaikan kepada Pemerintah dan Kementerian Keuangan RI bahwa angka penerimaan cukai hasil tembakau 2016 yang realistis adalah sebesar Rp 129 triliun.[dem]

Sumber: RMOL.CO

Related Posts

Leave A Comment

*