Tanam Tembakau Terancam Molor, Gara Gara Dua Sebab

Musim tanam tembakau di Kab. Rembang diprediksi molor, karena berbagai kendala akhir akhir ini.

Di desa Glebeg Kec. Sulang misalnya, bibit tanaman tembakau banyak yang rusak, gara gara serbuan hama. Petani tidak tahu persis apa jenisnya, karena serangan berlangsung pada malam hari. Tapi yang jelas, batang tanaman patah.

Seorang petani desa Glebeg, Janadi Hadi Nugroho, hari Kamis (28 April 2016) menjelaskan begitu bibit rusak, petani harus melakukan penyulaman atau bahkan mengulangi pembibitan. Sejauh ini belum mendapatkan solusi, bagaimana cara penanganannya.

Tanam Tembakau Terancam Molor, Gara Gara Dua Sebab

Berbeda dengan kondisi di desa Randuagung Kec. Sumber. Menurut Koordinator Petani Tembakau desa Randuagung, Gunadi, kendala di kampungnya lebih banyak dipengaruhi masalah cuaca.

Sekarang petani belum bisa membuat ladon atau lokasi penanaman tembakau, lantaran sebagian besar sawah masih terendam air. Perlu menunggu kondisi lahan agak mengering. Menurut jadwal dari PT Sadana Arif Nusa, selaku perusahaan mitra, musim tanam akan dimulai tanggal 07 Mei mendatang. Namun jika melihat curah hujan justru meningkat belakangan ini, kemungkinan besar masa tanam akan mundur.

Gunadi menambahkan luas lahan tembakau di kampungnya tahun ini meningkat hingga 70 hektar, dibandingkan tahun sebelumnya, hanya 40 an hektar.

Pemkab Rembang mencatat lahan tembakau tahun 2015 mencapai 2.500 hektar. Tapi 2016 ditambah menjadi 3.500 hektar, mengingat minat para petani sangat tinggi, setelah hasil panen tembakau memiliki nilai ekonomis yang bisa diandalkan. (MJ – 81).

Sumber: Radio R2B

Related Posts

Leave A Comment

*