Rp500 Juta untuk Implementasi Perda Kawasan Tanpa Rokok

Peraturan Daerah Kota Palangka Raya nomor 3 tahun 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok bukan melarang orang untuk merokok. Perokok masih diperkenankan merokok namun di tempat-tempat yang diperbolehkan.

Rp500 Juta untuk Implementasi Perda Kawasan Tanpa Rokok

Demikian dikatakan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Palangka Raya, Baru I. Sangkai, kepada RRI, Kamis (14/1/2016). Ia mengatakan kawasan yang tidak diperkenankan untuk ada aktivitas merokok diantaranya kantor, sekolah, masjid, balai, sarana ibadah, puskesmas dan rumah sakit.

“Larangan merokok di kawasan tanpa rokok yakni supaya orang lain yang tidak merokok tidak terganggu,” ujarnya.

Satuan Polisi Pamong Praja Kota Palangka Raya tahun ini menerima anggaran sebesar Rp500 juta yang digunakan untuk tiga kegiatan yakni sosialisasi, pengawasan dan penertiban Kawasan Tanpa Rokok.

Menurutnya, sosialisasi telah dilakukan di sejumlah kecamatan seperti Kecamatan Rakumpit, Kecamatan Bukit Batu, Kecamatan Pahandut, Kecamatan Jekan Raya dan Kecamatan Sebangau.

Untuk institusi maupun lembaga, direncanakan akan dilakukan sosialisasi di Universitas Palangka Raya dan Universitas Muhamadyah. Selain itu, Satpol PP Kota Palangka Raya pada tahun ini akan melakukan sosialisasi di tempat-tempat lainnya.

“Pengawasan akan dilakukan di tempat-tempat yang sudah menerima sosialisasi Kawasan Tanpa Rokok. Penindakan berupa denda dan kurungan penjara dilakukan jika perokok masih merokok di kawasan yang dilarang,” tandasnya. (Sep/WDA)

Sumber: RRI

Related Posts

Leave A Comment

*