Petani Belum Dapat Bagi Hasil Cukai Rokok

Meski menjadi ujung tombak bisnis yang memberikan pemasukan cukai bagi Negara, rokok, perhatian terhadap petani masih sangat kurang. Pasalnya bantuan bagi hasil bea cukai rokok tak kunjung sampai ke kalangan petani.

Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) DIY, Suwarji mengatakan bantuan bagi hasil bea cukai rokok yang diwujudkan dalam sarana prasarana pertanian belum diterima oleh petani. Padahal musim tanam tembakau telah lewat.

Perbedaan Tarif Cukai Rokok Dipertanyakan

“Hingga masa panen, bantuan itu belum sampai kepada petani. Padahal peralatan tersebut diperlukan untuk menunjang peningkatan hasil pertanian,” ungkapnya, Minggu (15/11/2015).

Menurutnya sarana prasarana bantuan bagi hasil cukai tersebut berupa mesin rajang, traktor, dan pompa air. Peralatan tersebut semestinya sudah disalurkan melalui kelompok tani untuk dimanfaatkan petani pada musim tanam tembakau lalu.

“Yang jelas saat ini petani belum merasakan manfaat dari bantuan itu,” katanya.

Selain belum mendapatkan bantuan yang diwujudkan dalam bentuk peralatan, kelompok tani juga mendapatkan kendala berupa pemanfaatkan bantuan bagi hasil cukai rokok dalam bentuk dana.

Pasalnya bagi kelompok tani yang belum memiliki badan hukum, belum dapat memanfaatkan bantuan tersebut.

“Hal ini terjadi karena adanya aturan pemerintah yang mengharuskan kelompok tani penerima bantuan harus berbadan hukum. Namun kenyataan di lapangan, belum semua kelompok tani berbadan hukum,” paparnya.

Atas kondisi ini, pihaknya meminta Dinas terkait untuk membantu petani dalam pengurusan badan hukum.

Mengingat saat ini sebagian besar petani tembakau masih kesulitan modal saat memasuki musim tanam, seperti pembelian pupuk yang harganya cukup mahal.

“Ini penting, agar bantuan yang ada dapat segera dimanfaatkan petani. Dengan demikian dapat berimbas pada peningkatan hasil pertanian,” kata dia.

Sumber: Tribunnews

Related Posts

Leave A Comment

*