Pengenaan Cukai Tembakau Impor 3 Kali Lipat Kontra Produktif

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menilai, rencana pengenaan cukai tiga kali lipat untuk tembakau impor yang diusulkan dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Pertembakauan akan kontra produktif dengan kondisi industri hasil tembakau dalam negeri saat ini.

Pengenaan Cukai Tembakau Impor 3 Kali Lipat Kontra Produktif

Jika hal tersebut diterapkan, bisa dipastikan industri rokok semakin terjepit karena pemerintah juga telah mengenakan tarif cukai yang cukup tinggi bagi industri rokok.

Direktur Industri Minuman dan Tembakau Kemenperin, Faiz Achmad mengungkapkan, saat ini 40 persen pasokan tembakau yang dibutuhkan industri rokok di dalam negeri memang masih harus diimpor. Dari kebutuhan nasional 330.000 ton tembakau per tahun, produksi di Indonesia sendiri baru 180.000-190.000 per tahun. Sisanya terpaksa harus diimpor.

“Jika nantinya dikenakan cukai hingga tiga kali lipat, tentu ini memberatkan industri,” ujar Faiz,akhir pekan kemarin.

Ia menambahkan, pengenaan cukai tiga kali lipat untuk bahan baku yang memang pasokannya belum 100 persen bisa dipenuhi dari dalam negeri tentunya membuat industri nasional menjadi semakin tidak kompetitif. “Pengenaan cukai dan pajak untuk industri rokok saat ini sudah besar jadi tak perlu lagi ditambah. Ini terkesan ada pajak berganda,” ucap Faiz.

Ia pun mengkhawatirkan industri rokok akan mengalami kelangkaan pasokan tembakau sehingga dampaknya memicu penurunan produksi. Hal tersebut dapat berujung ke pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di sektor industri rokok.

“Imbasnya, industri akan kontra produktif. Target penerimaan cukai rokok yang sudah ditetapkan tak mungkin tercapai. Belum lagi, kondisi ini membuat rokok ilegal marak. Tentu itu akan meresahkan,” tuturnya.

Sebelumnya, dalam pembahasan RUU Pertembakauan oleh DPR terdapat pasal yang mengatur impor tembakau. Di pasal tersebut dijelaskan, tembakau impor akan dikenakan cukai 60 persen dari harga pasar. Sementara itu, rokok yang mengandung tembakau impor akan dikenakan biaya cukai tiga kali lipat.

Sumber: Sinarharapan

Related Posts

Leave A Comment

*