PAN Sebut Kebijakan Pemerintah Berpotensi Matikan Industri Rokok

Kebijakan pemerintah dalam menargetkan kenaikan cukai rokok dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2016 sebesar 23,5 persen menjadi Rp148,85 triliun berpotensi mematikan industri rokok.

Begitu kata pengamat ekonomi yang juga politisi PAN Didik J Rachbini dalam diskusi bertajuk “Berjalan di Titian Pendapatan dan Belanja” di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (26/9).

Menurutnya, pemerintah harus memberikan berbagai macam bentuk relaksasi atau melonggarkan tekanan bagi industri di dalam negeri agar mendorong pertumbuhan ekonomi

“Relaksasi di pajak dan sisi lain itu penting. Cukai (rokok) memang harus naik, karena untuk pengendalian. Tetapi harus mengikuti plus minus inflasi,” ujar Didik.

Didik menambahkan, kebijakan menaikan cukai rokok tidak hanya membawa dampak buruk bagi industri rokok. Tak hanya itu, di sektor lain seperti pada petani tembakau dan usaha kecil juga bisa mendapatkan imbas dari kebijakan tersebut.

Di kesempatan yang sama, anggota Komisi IX Mukhamad Misbhakun menilai target cukai rokok yang naik menjadi 23,5 persen memberikan kontraksi negatif bagi para pelaku bisnis. Politisi Golkar itu mengaku akan mengoreksi besaran kenaikan cukai rokok yang ditetapkan oleh pemerintah. [ian]

Sumber: RMOL

Related Posts

Leave A Comment

*