Musim Kemarau, Petani Tuban Beralih Tanam Tembakau

Musim kemarau yang sudah terjadi beberapa bulan terakhir membuat sumber air dan juga sungai yang biasa digunakan untuk aliran irigasi persawahan sudah mulai mengering dan membuat petani kesulitan air, Selasa (18/08/2015).

Kondisi itu membuat para petani yang ada di beberapa wilayah di Kabupaten Tuban tidak bisa untuk menanam Jagung ataupun Padi. Sehingga untuk memanfaatkan lahan pertaniannya yang kering petani terpaksa beralih menanam Tembakau.

Musim Kemarau, Petani Tuban Beralih Tanam Tembakau

Seperti halnya yang dilakukan oleh para petani yang berada di Desa Penambangan, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Mereka sudah hampir sejak satu bulan ini beralih melakukan tanam Tembakau yang lebih tanah hidup saat musim kemarau.

“Kalau tanam jagung atau pagi sudah tidak bisa. Saluran sungainya sudah tidak ada airnya,” ujar Warto, seorang Petani asal Desa Penambangan, Kecamatan Semanding, Tuban.

Para petani mengaku, untuk kebutuhan pengairan di area tanaman tembakau miliknya mereka harus membeli air dengan menggunakan kendaraan tangki yang biasa berjualan air. Sehingga mereka harus membuat tandon di sawah mereka yang digunakan menyirami tembakau sampai besar. “Airnya harus beli, soalnya tidak terlalu butuh air. Paling setiap hari disiram secukupnya,” lanjutnya.

Selain di wilayah Kecamatan Semanding, sejumlah petani yang ada dibeberapa kecamatan lainnya juga banyak yang beralih menjadi petani tembakau. Diantaranya, Kecamatan Plumpang, Kecamatan Bangilan, Singgahan dan Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban.

Yang mana kecematan tersebut selama ini juga menjadi penghasil tembakau terbesar di wilayah Kabupaten Tuban saat musim kemarau. Biasanya tembakau yang dicari oleh tengkulak dan akan di kirim ke luar Tuban adalah tembakau dari Kecamatan Senori dan Bangilan, Tuban.

Sumber: BeritaJatim.com

Related Posts

Leave A Comment

*