Modus Baru Cukai Rokok Palsu

TEMPO Interaktif, Jakarta:Cukai rokok palsu mulai memakai modus baru. Kalau biasanya cukai plasu dibuat di dalam negeri kali ini cukai palsu dibuat di Cina. “Ini modus baru,” kata Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Agung Kuswandono Ahad 13 November 2011.

Aksi kejahatan ini tertangkap oleh aparat Bea Cukai Bandar Udara Soekarno Hatta pada Jumat 11 November lalu. Namun nilai cukai tersebut, Agung enggan menyebutkan.

Kepala Kantor Bea dan Cukai Soekarno Hatta Oza Olavia juga tidak memperinci mengenai hasil temuannya itu. “Masih dilakukan pendalaman,” katanya melalui pesan pendek. Menurut Agung cukai palsu biasanya dibuat di dalam negeri.

Mengenai siapa pelaku pembuatan cukai palsu di Cina ini, Agung mengimbuhkan, belum mengetahui apakah pelaku berasal dari warga Indonesia atau asing. Bersamaan dengan penangkapan itu Bea dan Cukai juga menangkap warga Turki yang berusaha menyelundupkan sabu-sabu. “Sedang ditangani oleh Badan Narkotika Nasional,” ujarnya.

Cukai rokok setiap tahun dinaikan dengan tujuan menurunkan produksi dan konsumen rokok. Namun Ketua Umum Gabungan Pengusaha Rokok Putih Indonesia Muhaimin Moetie menilai produksi rokok masih terus meningkat.

Menurut Muhaimin dampak dari kenaikan tarif cukai adalah kenaikan harga rokok. Namun karena tidak semua daya beli masyarakat mampu menjangkau harga baru rokok maka beberapa beralih pada rokok dengan cukai palsu. “Pengguna rokok cukai resmi menurun karena beralih dengan rokok dengan cukai palsu,” katanya.

Tahun depan pemerintah telah resmi menaikan tarif cukai baru untuk rokok. Meski belum menyebutkan jumlah kenaikannya namun bisa dipastikan kenaikan tersebut sesuai permintaan pemerintah kepada Dewan perwakilan Rakyat September lalu.

Dalam rapat kerja kala itu Kepala Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Bambang Brodjonegoro mengusulkan kenaikan tarif cukai rokok rata-rata pada kisara 12,2 persen. Muhaimin menilai kenaikan tersebut terlalu tinggi. Menurut dia kenaikan tarif cukai rokok yang ideal seperti tahun lalu yaitu pada kisaran 5 hingga 7 persen.

AKBAR TRI KURNIAWAN

Related Posts

One Comment

  1. Jaka Apriado
    9 March 2012 at 03:16 Reply

    Saya mau lapor… Di daerah saya Tepatnya Daerah bangka Belitung Kota pangkalpinang, banyak rokok bermerek Samporna dan jenis roko mild yang lainnya. beredar rokok paslu di daerah saya. tolong di tindak lanjuti jangan sampai kami dirugikan atau pihak distributor dan perusahaan nya kami bawa kemuka Hukum. terima kasih. mohon perhatiannya.

Leave A Comment

*