Kenaikan Bahan Baku Beratkan Pengusaha Rokok

KUDUS, suaramerdeka.com – Kenaikan harga bahan baku memberatkan pengusaha rokok golongan kecil yang sedang bertahan untuk tetap berproduksi. Kenaikan harga bahan baku antara lain pada tembakau, dan cengkih.

Ketua Pengurus Cabang Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan dan Minuman (RTMM) Kudus, Andreas Hua mengatakan, kenaikan harga bahan baku pembuat rokok, seperti tembakau dan cengkih cukup dirasakan pengusaha rokok golongan menengah dan kecil.

Harga jual tembakau saat ini, kata dia, di atas Rp 40.000 per kilogramnya, sedangkan harga cengkih mencapai berkisar antara Rp 100 ribu hingga Rp 120 ribu per kilogram. “Harga jual kertas, dipastikan juga mengalami kenaikan serupa dengan tingkat yang bervariasi,” ujarnya, Minggu (5/2).

Kondisi tersebut, katanya, semakin diperparah dengan kenaikan pita cukai rokok 2012 yang mencapai 16,5 persen dari harga pita cukai 2011. Setiap tahun pita cukai memang mengalami kenaikan seiring dengan kenaikan target penerimaan cukai.

Seluruh pendapatan dari usaha rokok, kata Andreas, bagi pengusaha golongan kecil hanya 30 persen saja yang masuk ke kas yang digunakan untuk pembayaran upah buruh dan biaya operasional. ”

Jika dijumlahkan dengan pajak yang lainnya, maka hampir 70 persen penghasilan pengusaha rokok untuk disetorkan kepada pemerintah, sisanya digunakan untuk biaya operasional pabrik dan pembayaran upah buruh, serta lain-lainnya,” ujarnya.

Dia memperkirakan, perusahaan rokok yang akan gulung tikar akan semakin bertambah, salah satu indikasinya jumlah buruh rokok yang tercatat saat ini hanya sekitar 72.00 buruh dari jumlah sebelumnya mencapai 100.000 buruh dari sejumlah perusahaan rokok di Kudus.

( Zakki Amali / CN27 / JBSM )

http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2012/02/05/108668/Kenaikan-Bahan-Baku-Beratkan-Pengusaha-Rokok

Related Posts

One Comment

  1. wahyudi
    7 February 2012 at 14:39 Reply

    Tuh pikirkan para industri rokok skala kecil, para pekerjanya jg butuh makan tuk keluarganya ,pemerintah jangan asal ambil cukainya saja seolah menutup mata

Leave A Comment

*