Jatim akan Tingkatkan Produksi Tembakau Virginia

Soekarwo Gubernur Jawa Timur menjanjikan penyediaan benih bagi petani tembakau. Benih diperlukan untuk membantu petani bisa memproduksi tembakau virginia sehingga bisa mengurangi ketergantungan pada tembakau impor.

Pertemuan petani tembakau di Grahadi.

Pertemuan petani tembakau di Grahadi.

“Prinsip dasarnya, pemerintah harus mengintervensi petani tembakau untuk dapat berdaya saing. Posisi Jatim yakni membantu petani tembakau melalui penyediaan benih tembakau,” ujarnya usai menerima perwakilan Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (7/7/2015).

Pakde Karwo sapaan akrab Soekarwo mengatakan, secara substansi yang sangat serius adalah memperjuangkan nasib para petani tembakau. Permasalahan yang sering dihadapi oleh petani tembakau yakni ketersediaan benih tembakau.

Selain benih dan bibit tembakau, ketersediaan pupuk, pemberantasan “Bank Thitil” atau lintah darat, tata niaga yang panjang hingga kompetisi harga tembakau dari luar negeri harus difasilitasi dan di hitung secara detail oleh APTI bersama pemerintah.

“Kami menganggap penting pelaksanaan Munas APTI yang akan dilaksanakan di Jatim. Munas ini penting selain merumuskan siapa yang menjadi pimpinan dari lembaga Munas ini juga harus membahas program yang manfaatnya akan dirasakan oleh petani tembakau,” ujarnya.

Ia menambahkan, Jawa Timur akan melibatkan Bank Tani untuk membantu petani tembakau yang kesulitan di dalam penyediaan modal. Bank Tani akan dilibatkan agar memberi kemudahan bagi petani melalui bunga ringan.

Sementara itu, Abdus Setiawan, Ketua Umum APTI mengatakan, maksud kunjungannya ke Jawa Timur yakni ingin meminta Soekarwo bisa membuka dan menghadiri pelaksanaan Munas APTI yang ke III yang akan dilangsungkan di Surabaya.

Dalam kesempatan bertemu dengan Pakde Karwo, APTI juga menjanjikan akan lebih banyak lagi menyediakan tembakau low niktin.

“Jika di daerah lain tembakaunya mengandung high nikotin, tapi jika ingin mencari tembakau yang low nikotin ya Jatim tempatnya. Ke depan, tren rokok akan mengarah pada mild dengan jenis tembakau lokal berkadar low nikotin dan ini yang akan disediakan di Jatim,” kata dia. (fik/ipg)

Sumber: SuaraSurabaya.net

Related Posts

Leave A Comment

*