Harga tembakau masih murah, margin GGRM bisa 21%

Berbagai regulasi pemerintah soal pajak dan cukai boleh jadi memberatkan PT Gudang garam Tbk (GGRM). Tapi, masih ada katalis yang justru membuat fundamental GGRM menjadi jauh lebih moncer.

Harga tembakau masih murah, margin GGRM bisa 21%

Harga tembakau masih murah, margin GGRM bisa 21%

Maula Adini Putri, analis Ciptadana Securities menjelaskan, selain karena efisiensi, kinerja GGRM bisa moncer karena harga bahan baku, dalam hal ini tembakau yang sedang dalam tren turun.

Harga tembakau telah turun 6,7% yoy. Ini membuat GGRM pada kuartal IIII lalu mencatat margin laba kotor sebesar 20,7% dari sebelumnya 20,1%.

“Tahun depan, harga tembakau juga diprediksi masih lebih rendah seiring dengan kondisi cuaca yang lebih baik,” tandas Adini.

Menurutnya, margin kotor GGRM hingga akhir tahun ini masih terjaga di level 20,7%. Untuk tahun depan, levelnya akan naik menjadi 21,5%. Sementara, margin laba bersih masing-masing diprediksi 7,2% dan 7,9%.

Untuk pendapatan bersih tahun ini dan tahun depan, Adini memprediksi masing-masing Rp 71,96 triliun dan Rp 80,53 triliun. Sementara, laba bersihnya masing-masing Rp 5,19 triliun dan Rp 6,4 triliun.

Mengacu pada hal itu, Adini merekomendasikan buy dengan target harga Rp 55.000 per saham.

Sumber: Kontan.co.id

Related Posts

Leave A Comment

*