Harga Tembakau Anjlok, Petani Merugi

Hujan yang terus mengguyur di beberapa daerah terutama sentra tembakau membuat petani merugi. Pasalnya harga tembakau basah dan kering merosot tajam. Untuk tembakau basah hanya dihargai Rp 2.000 – Rp 3.000 per kilogram (Kg). Padahal harga normal seharusnya mencapai lebih dari Rp 5.000 per Kg.

Sementara untuk harga tembakau kering hanya dihargai Rp 30.000 – Rp 40.000 per Kg. Padahal seharusnya harga normal bisa lebih dari harga tertinggi saat ini. Bahkan idealnya harga tembakau kering bisa dua kali lipat dari harga yang berlaku saat ini.

“Sekarang ini harga tembakau tidak lebih baik dari sebelumnya. Ada yang Rp 40.000 per kilogram, bahkan ada yang Rp 30.000 per kilogram (tembakau kering),” kata Ketua Umum Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia Budidoyo Siswoyo saat dihubungi wartawan, Senin (5/9).

Harga tembakau kering dan basah itu diperparah dengan ulah spekulan yang cenderung memainkan harga seenaknya. Mereka mencari keuntungan di tengah kondisi petani sedang mengalami kesulitan seperti saat ini. Akibat cuaca yang buruk ini banyak di antara petani yang sengaja memundurkan masa panennya sebab menunggu cuaca cerah. Namun tetap saja mereka tidak bisa menahan terlalu lama sebab jika terlalu lama justru kerusakan daun tembakau juga akan semakin parah.

“Daerah di Temanggung utara masa panen sudah lewat, tapi cuaca belum juga dipanen. Gudang juga menerima panen menunggu cuaca bagus. Kalau dipaksakan panen ketika cuaca masih basah, kualitasnya tidak akan bagus,” katanya.(marjudin)

Sumber: RadarPena

Related Posts

Leave A Comment

*