Ekonomi Melambat, Industri Tembakau pecat 450 Karyawan

WE Online, Jakarta – Melambatnya pertumbuhan ekonomi saat ini dirasakan betul oleh industri tembakau di Indonesia. Untuk menyiasati hal tersebut para pelaku industri tembakau terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada para karyawan.

EKONOMI MELAMBAT, INDUSTRI TEMBAKAU PECAT 450 KARYAWAN

Ketua Umum Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI), Budidoyo mengatakan, hal semua itu sudah dilakukan para pelaku industri sejak beberapa tahun terakhir. “Semua perusahaan besar sudah merumahkan para karyawannya terhitung tahun 2013-2014 jumlahnya ada 450 pekerja,” katanya kepada wartawan di Jakarta, kemarin.

Selain berimbas terhadap para karyawan, kata Budidoyo, melambatnya pertumbuhan ekonomi juga akan mematikan mata pencarian para masyarakat yang berada di sekitar lingkungan pabrik industri tembakau tersebut.

“Dampak lain juga akan berimbas kepada perekonomian karena berdampak penutupan pabrik berpengaruh terhadap ekonomi di lingkungan pabrik misalnya seperti ojek, kos-kosan, artinya pemerintah tidak care persoalan ini akan semakin berat misalnya industri Sigaret Kretek Tangan (SKT), SKT ini kan jadi warisan budaya bangsa melakukan intensif cukai yang tidak terlalu besar karena serapan tenaga kerja banyak,” ujarnya.

Oleh karena itu, dia berharap kepada pemerintah untuk segera mungkin memberikan perhatian khusus kepada industri tembakau Indonesia terutama industri SKT. “Saat ini persoalaan di Indonesia antara yang dibutuhkan dan diproduksi mengalami kesenjangan yang cukup tinggi, kalau terjadi terus menerus ya akan terjadi banyak PHK, industri SKT ini kan hampir 90 persen dari komponen lokal, sehingga penurunaan produksi industri SKT akan berimbas pasokan di lapangan,” pungkasnya.

Sumber: WartaEkonomi

Related Posts

Leave A Comment

*