Diterjang Angin Ribut, Los Tembakau Ambruk

Sebuah los yang digunakan untuk pengeringan tembakau milik PTPN X di Dukuh Bener, Desa Malangjiwan, Kebonarum ambruk diterjang angin, Selasa (24/11/2015). Akibatnya, bangunan los sempat menutup akses jalan antara Kecamatan Kebonarum dan Karangnongko.

Diterjang Angin Ribut, Los Tembakau Ambruk

Salah satu warga yang saat kejadian berada di dalam los, M. Nasrudin, 29, mengatakan los ambruk sekitar pukul 13.30 WIB. Sebelumnya, ia bersama empat rekannya yang menggarap pembuatan talut sawah. Lantaran hujan mengguyur, Nasrudin dan keempat rekannya bergegas menuju los tembakau.

“Selain kami, ada satu orang lagi yang tidak kami kenal juga ikut berteduh,” kata Nasrudin saat ditemui wartawan seusai kejadian.

Sekitar 15 menit keenam orang tersebut berteduh di dalam los, angin kencang berembus dari barat menuju timur. Kencangnya angin membuat bangunan los yang terbuat dari bambu perlahan roboh.
“Keempat orang yang berteduh langsung lari. Sementara, saya dan seorang lagi masih di dalam los. Ambruknya itu perlahan, saat itu saya mencoba merebahkan diri agar tidak tertimpa langsung bangunan los,” ungkapnya.

Beruntung, dari peristiwa itu tak ada korban jiwa. Nasrudin bersama seorang rekannya yang terjebak di dalam los tak mengalami luka akibat peristiwa itu. Namun, bangunan los yang ambruk menutup jalan Kebonarum-Karangongko. Sebanyak lima sepeda motor mengalami kerusakan ringan akibat tertimpa reruntuhan bangunan los.

Seusai kejadian itu, warga bersama BPBD, SAR Klaten, pegawai PTPN X membersihkan reruntuhan bangunan los yang didominasi bambu dari jalan. Sekitar pukul 16.30 WIB, akses jalan sudah bisa dilalui.
“Untuk los yang ambruk memiliki ukuran sekitar 100 meter x 20 meter. Untuk kerugian, kami belum menghitungnya,” kata Asisten Manajer PTPN X Klaten, Hernowo.

Pelaksana Tugas (Plt) BPBD Klaten, Bambang Sujarwo, meminta masyarakat mewaspadai angin kencang pada musim pancaroba. Hampir semua kecamatan di Klaten rawan diterjang angin ribut.

Sumber: Solopos

Related Posts

Leave A Comment

*