Dampak Letusan Raung, Jumlah Pasokan Tembakau Menurun

Dampak dari letusan Gunung Raung serta kondisi musim kemarau tahun ini yang lebih panjang, membuat harga tembakau tahun ini diprediksi akan lebih tinggi dari tahun sebelumnya.

Dampak Letusan Raung, Jumlah Pasokan Tembakau Menurun

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI), Budidoyo saat menghadiri Musyawarah Cabang (Muscab) DPC APTI Boyolali Rabu (29/7) siang menjelaskan, letusan Gunung Raung yang terletak di perbatasan Jember, Bondowoso, dan Banyuwangi, ternyata? cukup mempengaruhi kapasitas produksi tembakau. Sebab sebanyak 17 sampai 20 ribu hektar lahan tembakau disekitar area Gunung Raung terancam gagal panen akibat rusak terkena abu vulkanik. Datangnya musim kemarau yang lebih awal juga diperkirakan menurunkan kualitas tanaman tembakau

“Sebanyak 60 persen produksi tembakau nasional ada di Jawa Timur. Saat ini banyak lahan atau tanaman tembakau di wilayah Jember, Bondowoso, Situbondo dan Banyuwangi rusak akibat terdampak letusan Gunung? Raung sehingga akan menurunkan jumlah hasil panen,” terangnya.

Namun seiring penurunan pasokan tembakau akibat rusaknya lahan, harga tambakau tahun ini diperkirakan naik dibanding tahun sebelumnya. Terlebih saat ini pasokan tembakau dari petani lokal masih berkisar di angka 200 ribu ton, masih jauh dari kebutuhan tembakau nasional sebanyak 300 ribu ton per tahun.

Ia juga mendorong petani tembakau untuk menjalin kemitraan dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kapasitas dan kuantitas hasil panen, semisal dengan produsen rokok. Nilai positifnya, selain mendapat pendampingan budidaya tembakau serta harga jual yang bagus, petani juga bisa mendapat alih teknologi untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas tembakau. (M-9)

Related Posts

Leave A Comment

*