BPOM Haramkan Rokok Elektrik

SURABAYA- Peredaran rokok elektrik mendapat perhatian dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Menurut BPOM, peredaran rokok elektrik itu ilegal. Selain itu, dari segi kesehatan, rokok elektrik lebih berbahaya daripada rokok biasa.Karena itu, BPOM “mengharamkan” rokok elektrik dan mendesak Kementerian Kesehatan (Kemkes) dan Kementerian Perdagangan (Kemdag) untuk melarang peredaran rokok elektrik supaya tidak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. 

Kepala BPOM Surabaya, Sudiyanto, mengaku pihaknya sudah mendapat pemberitahuan dari BPOM pusat tentang bahaya rokok ilegal tersebut dan langkah yang diambil BPOM. “Kita mematuhi apa yang ditetapkan pusat. Oleh sebab itu, kami akan melakukan pengawasan peredaran rokok tersebut,” ungkap Sudiyanto ketika dihubungi lewat telepon, Senin (16/8) pagi tadi.

Sudiyanto mengatakan, keberadaan rokok tersebut membuat masyarakat khawatir dan resah. Di satu sisi, menurut produsen rokok tersebut (SBT Ruyan Technology), rokok ini sudah mendapatkan legalitas dari Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO), salah satu badan PBB yang menyatakan rokok elektronik aman untuk kesehatan. Bahkan, pihak produsen mengklaim telah mendapat sertifikat dari Laboratorium Pengujian dan Kalibrasi Baristand Surabaya yang menyatakan rokok elektrik aman untuk kesehatan.

Di sisi lain, BPOM menyatakan rokok elektrik lebih berbahaya dari rokok biasa . “Hal yang mendasari pelarangan tersebut adalah kandungan toksin dalam jumlah banyak dalam rokok elektrik. Apalagi rokok tersebut proses pembakaraanya menggunakan energi listrik. Jadi, uapnya akan masuk langsung ke paru-paru,” papar Sudiyanto.

Dikatakan Sudiyanto, masyarakat di Surabaya belum begitu mengenal rokok elektrik jika dibandingkan dengan masyarakat di kota besar lainnya di Indonesia. “Saya sendiri belum melihat ada toko yang menjual rokok elektrik, kecuali informasi dari masyarakat kalau rokok elektrik dijual oleh sales,” katanya.

Ia mengatakan, pihaknya tetap akan mengawasi rokok elektrik karena statusnya ilegal dan tidak memiliki daftar cukai dari bea dan cukai.”Kita akan menindak tegas jika produsen masih mengedarkan rokok elektrik tersebut ke masyarakat. Kita juga akan tegas terhadap toko ataupun market yang menjual rokok elektrik. Jika tetap ngotot, akan kita sita,” tandasnya

Ia menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, terutama pencandu rokok, agar tidak merokok rokok elektrik yang dapat membahayakan kesehatan. “Masyarakat harus tetap waspada dan mengikuti setiap perkembangan. Dalam waktu dekat akan dilakukan sidak dan operasi lapangan,” lanjutnya.

Sebelumnya, Kepala BPOM Kustantinah di Jakarta menyatakan pihaknya mengusulkan kepada Kementerian Kesehatan (Kemkes) dan Kementerian Perdagangan (Kemdag) untuk segera melarang peredaran rokok elektrik. Mengenai kapan waktu pelarangannya, kata Kustantinah, BPOM masih melakukan kajian untuk diteruskan kepada Kemkes dan Kemdag.

“Namun, sebelum itu, BPOM akan tetap melakukan pengawasan dan bisa melakukan pengamanan dan penyidikan, karena ini sudah masuk kategori makanan,” katanya.

Menurut Kustantinah, rokok elektrik yang menyerupai rokok putih atau rokok biasa itu memiliki baterai dan cartridge yang isinya nikotin dan zat kimia berbahaya lainnya. Bahkan, kandungan zat kimia yang ada dalam rokok elektrik itu bisa lebih berbahaya dari rokok biasa. “Kalau rokok elektrik itu isinya nikotin yang langsung diisap, sedangkan rokok biasa masih ada tembakau dan kandungan zat lainnya,” kata Kustantinah.

Menurut Kustantinah, saat ini pihaknya tidak pernah memberikan izin kepada produsen rokok elektrik. Itu artinya, rokok elektrik yang beredar di wilayah Indonesia adalah rokok elektrik ilegal yang tidak memiliki sertifikat layak untuk digunakan oleh manusia. “Yang kami temukan di beberapa daerah itu ilegal,” kata Kustantinah.

Peredaran rokok elektrik yang ditemukan di China tahun 2003 lalu, kata Kustantinah, sudah dilarang oleh beberapa negara, termasuk pemerintah China sendiri. Selain itu, negara lain seperti Amerika Serikat, Jepang, Australia, dan Brazil.

Related Posts

Leave A Comment

*