Berkat Tembakau, Rembang Kini Lebih Hijau

Berbeda dengan kondisi lima tahun yang lalu, pada saat musim kemarau seperti sekarang ini, sejumlah wilayah di Kabupaten Rembang tampak lebih hijau. Kondisi demikian dikarenakan sebagian petani sudah mulai menggunakan lahan yang sebelumnya untuk tanaman padi beralih ke tembakau.

Foto: suaramerdeka.com / RInto Hariyadi

Foto: suaramerdeka.com / RInto Hariyadi

Sebelumnya, pada musim kemarau seperti saat ini, lahan dibiarkan tidak terpakai karena jika ditanami padi petani khawatir hasil tidak maksimal karena kesulitan air. Nah, sejak tahun 2012 sejumlah petani di wilayah ini mulai menanam tembakau dengan program kemitraan PT Sadhana Arifnusa.

Karakteristik tembakau yang tak butuh banyak air dianggap paling cocok jadi pilihan di musim kemarau. Bukan hanya itu, keuntungan yang didapat petani ternyata jauh lebih besar ketimbang menanam padi atau tanaman jenis palawija.

”Keuntungan menanam tembakau ini per hektare bisa mencapai Rp 50 juta setiap kali musim tanam (enam bulan),” ungkap Hartono (50), petani di Desa Selopuro, Kecamatan, Lasem.

Selain karena pendapatan yang menggiurkan, para petani di Rembang juga mendapat bantuan baik secara fasilitas maupun pelatihan teknis mengelola perkebunan tembakau dari perusahaan kemitraan petani di Rembang yakni PT Sadhana Arifnusa.

Dalam program kemitraan ini, perusahaan tersebut juga menjadi akses pasar bagi para petani menjual hasil tembakaunya. Dengan demikian, para petani tembakau di Rembang khususnya tak kebingungan menjual hasil tembakaunya.

“Selain bantuan modal awal seperti bibit dan saprotan, kami mendapat semacam pelatihan menanam tembakau agar hasilnya maksimal dan langsung terserap pasar,” ujar Hartono.

Petani tambakau lain, Sholikhun warga Desa Rukem Kecamatan Sulang bahkan bisa mendapat keuntungan setiap satu hektare hingga Rp 60 juta per musim.

Sumber: SuaraMerdeka.com

Related Posts

Leave A Comment

*