Anomali Cuaca, Tanaman Tembakau Jadi ‘Lesu’

Diduga karena iklim yang tidak menentu (anomali cuaca) menyebabkan ratusan petani tembakau di Kabupaten Rembang mengalami gagal panen. Para petani tembakau yang tergabung di APTI (asosiasi petani tembakau indonesia) setempat memimta kepada Pemkab Rembang ikut memberi solusi, termasuk diantaranya bantuan bibit maupun pupuk mengingat petani harus menanggung hutang hingga puluhan juta rupiah.

Ketua APTI Kabupaten Rembang, Maryono saat dihubungi Senin kemarin membenarkan jika anggotanya banyak yang gulung tikar karena panen tahun ini gagal. ” Para petani mayoritas mengandalkan usaha dari uang pinjaman bank,terus kalau begini masak pemerintah tidak mau membantu. Para anggota mendesak kepada pengurus agar membuat laporan kepada Pemkab dan DPRD agar turun bantuan,” jelas Maryono.

Soal bantuan,kata Maryono bisa diambilkan dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dimana Kabupaten Rembang mendapat alokasi sebesar Rp 14 miliar. Hasil panen tembakau petani (kering rajang,Red) saat ini dibeli oleh PT Sadana (anak perusahaan rokok terbesar di Surabaya) sebesar Rp 20.000 setiap kilogramnya. Harga tersebut dinilai terlalu rendah bila dibandingkan dengan tingkat kesulitan petani dalam merawat tanaman tembakau. (Ags)

Sumber: KRJogja

Related Posts

Leave A Comment

*