Alasan Petani Rembang Pilih Tanam Tembakau di Musim Kemarau

Karakteristik tembakau yang tak butuh banyak air dianggap paling cocok jadi pilihan di musim kemarau. Bukan hanya itu, keuntungan yang didapat petani ternyata jauh lebih besar ketimbang menanam padi atau tanaman jenis palawija.

Sholikhun, petani tembakau di Desa Rukem Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah mengaku bisa mendapat keuntungan setiap satu hektar hingga Rp70 juta per musim (enam bulan).

“Modalnya kita keluarkan sekitar Rp20-Rp25 juta, bisa sampai Rp30 juta dengan biaya pekerja,” kata Sholikun saat berbincang di lahan tembakau Desa Sidomulyo, Kecamatan Gunem, Rembang, Sabtu (22/8/2015).

Jumlah itu, lanjut Sholikhun jauh berbeda dibanding hasil yang didapat dari hasil menanam padi. per musim untuk padi hanya bisa menghasilkan pendapatan kotor maksimal Rp30 juta.

“Modal tanam padi itu bisa Rp10 juta atau Rp15 juta,” ungkap pria 46 tahun ini.

Sholikhun, petani tembakau di Desa Rukem Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah (Foto:MTVN/Arga)

Sholikhun, petani tembakau di Desa Rukem Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah (Foto:MTVN/Arga)

Selain karena pendapatan yang menggiurkan, para petani di Rembang juga mengaku dapat bantuan baik secara fasilitas maupun pelatihan teknis mengelola perkebunan tembakau dari perusahaan kemitraan petani, PT Sadhana Arifnusa.

Bukan hanya itu, PT Sadhana Arifnusa saat ini juga sekaligus jadi akses pasar bagi para petani menjual hasil tembakaunya. Sehingga, para petani tembakau di Rembang khususnya tak kebingungan menjual hasil tembakaunya.

“Kita di sini enaknya punya perusahaan kemitraan, kita dapat bantuan alat, dapat semacam pelatihan menanam tembakau biar hasilnya baik. Jualnya juga sudah tahu kemana,” papar Hartono, petani tembakau lainnya di Desa Selopuro, Kecamatan Lasem, Rembang.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Rembang menyatakan saat ini ada sekitar 2400 hektar lahan petani di Kabupaten Rembang yang digunakan untuk menanam tembakau. 2000 hektar diantaranya adalah petani tembakau yang sudah bermitra dengan PT Sadhana Arifnusa.

“400 hektar lainnya itu dikelola petani mandiri,” kata Susilo Hadi, Kepala Bidang Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang.

Sumber: MetroTVNews.com

Related Posts

Leave A Comment

*