Aceh Terima Rp 15 M dari Cukai Hasil Tembakau

Sejak 2010 sampai sekarang Pemerintah Aceh menerima dana bagi hasil cukai hasil tembakau dengan jumlah yang terus meningkat. Untuk 2015, Aceh menerima dana itu sebesar Rp 15.008.690.000. Angka itu sesuai amanah Undang-undang (UU) No 39 Tahun 2007 tentang Cukai. Dalam UU tersebut dinyatakan bahwa penerimaan negara dari cukai hasil tembakau yang dibuat di Indonesia dibagikan kepada provinsi penghasil tembakau sebesar dua persen.

Kadis Perkebunan Aceh, Ir M Jailani A Bakar MSi kepada Serambi, kemarin mengatakan, pada 18 sampai 19 Desember 2015 pihaknya mengadakan pertemuan evaluasi pelaksanaan kegiatan dana bagi hasil cukai hasil tembakau di aula dinas tersebut. Rapat itu untuk mengetahui sejauh mana serapan anggaran dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau yang sudah dialokasikan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Keuangan, bisa termanfaatkan secara efektif dan efisien.

“Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendapatan dan Kekayaan Aceh kemudian menerbitkan Peraturan Gubernur tentang alokasi dana itu dengan pembagian provinsi sebesar 30 persen, kabupaten penghasil tembakau 40 persen, dan sisanya 30 persen dibagi rata kepada kabupaten/kota lain,” jelas Jailani.

Karena itu, ia mengimbau semua pihak memanfaatkan dan mempertanggungjawabkan dana itu dengan sebaik dan seefisien mungkin sesuai petunjuk Pemerintah Pusat.

“Mudah-mudahan melalui pertemuan ini akan lahir kebijakan dan strategi yang tepat untuk mengembalikan kejayaan tembakau yang dihasilkan rakyat Aceh,” harap Jailani.

Ketua Panitia, Butet Artati RM SP menyebutkan, pertemuan itu diikuti 60 peserta yang berasal dari dinas terkait di 23 kabupaten/kota serta sejumlah SKPA. “Materi yang disampaikan dalam pertemuan tersebut yaitu arah dan kebijakan dana bagi hasil cukai hasil tembakau 2016, sosialisasi aturan bidang cukai tembakau, sinkronisasi dan evaluasi dana transfer DBH-CHT 2015, serta penyusunan RKA dana itu untuk tahun 2016,” kata Butet.

Sumber: TribunNews

Related Posts

Leave A Comment

*